Tampilkan postingan dengan label berita TKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita TKI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

Paspor Online lagi di bahas BNP2TKI dan Kemenhukham

Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia sedang membahas masalah paspor secara online bagi para CTKI yang akan berangkat ke Luar Negeri, Paspor Online ini mempunyai manfaat yang sangat besar bagi para CTKI yaitu supaya terhindar dari pemalsuan data oleh para calo TKI juga menghindari praktek Human Trafficking atau perdagangan manusia. 

Saat ini BNP2TKI telah melakukan kerjasama pelayanan pendaftaran dan pendataan calon TKI/TKI secara sistem online dengan 438 Disnakertrans kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Tujuannya untuk memudahkan pelayanan pada petugas Disnakertrans kabupaten/kota, guna mengetahui secara pasti data calon TKI/TKI yang ada di daerahnya serta mencegah terjadinya pemalsuan data diri calon TKI/TKI dan menghindari terjadinya praktik percaloan TKI.

Pak Jumhur Hidayat mengatakan bahwa setelah sukses kerjasama dengan Kemendagri terkait Validasi data calon TKI yang disinkronkan dengan data dari e KTP maka sekarang BNP2TKI mengadakan kerjasama dengan Kemenhukham tentang paspor online ini.

Semoga nantinya dengan sistem Paspor Online maka para CTKI semakin mudah dan efektif proses pembuatan paspornya dan kalau bisa penurunan biaya dan dihilangkanya calo paspor yang kadang masih ada.


Rabu, 19 Desember 2012

Informasi Bagi TKI Korea yang lagi Cuti

Bagi rekan-rekan TKI Korea yang lagi pulang cuti ke Indonesia melepas rindu dengan keluarga ini ada informasi semoga bermanfaat, bagi rekan TKI Korea yang cuti dan belum ada atau belum punya KTKLN ( Kartu  Tenaga Kerja Luar Negeri) maka bisa mengurus di BNP2TKI Jakarta ataupun di Kantor BP3TKI setempat. berikut ini cuplikan pengumuman dari web BNP2TKI


Pengumuman Penerbitan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri bagi TKI Korea Program G to G yang Melaksanakan Cuti
Nomor: PENG 436/PEN-PPP/XII/2012
Bersama ini diumumkan kepada TKI Korea Program G to G yang melaksanakan Cuti pulang ke Indonesia dan kembali bekerja ke Korea namum belum memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) segera mengurus Penerbitan KTKLN (gratis/tidak dipungut biaya) dan sekaligus membayar Premi Asuransi pada Perusahaan Asuransi yang telah ditentukan sesuai penerbitan KTKLN dan kontrak kerja pada Perusahaan yang mempekerjakan.
Penerbitan KTKLN dapat dilakukan pada Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) setempat.
Demikian pengumuman ini disampaikan dan maklum.
Jakarta, 18 Desember 2012
Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah
ttd
DR Ir Haposan Saragih M Agr
NIP: 19610303 198603 1002

Semoga informasi ini bisa bermanfaat terimakasih...

Jumat, 23 November 2012

Eks TKI Korea jadi di pekerjakan di perusahaan Korea di Indonersia

Eks TKI Korea yang lolos penyaringan administrasi di pekerjakan pada perusahaan Korea di Indonesia sejumlah 120 Orang dari sekitar 700 Kandidat, dan Mou kerjasama antar BNP-2tki dan HRD Korea telah ditandatangani untuk kerjasama penempatan mantan TKI Korea yang ingin bekerja di Perusahaan Korea Di Indonesia. 

"BNP2TKI mengapresiasi dan sekaligus berterima kasih kepada Indonesa EPS Center HRD Korea yang telah berhasil pemberdayaan para mantan TKI Korea untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia," kata Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Haposan Saragih dalam sambutannya di depan 120 mantan TKI Korea dan 34 perwakilan perusahaan Korea di Indonesia pada acara "Job Fair Perusahaan Korea di Indonesia" di Graha Insan Cita, Depok, Kamis (22/11).
Haposan Saragih mengatakan BNP2TKI dan HRD Korea di Indoensia telah menjalin kerjasama untuk melakukan terobosan-terobosan guna mempekerjakan kembali para mantan TKI Korea pada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia. "Kami bersyukur kerjasama tersebut akhirnya dapat terwujud untuk pertamakalinya ada 120 mantan TKI Korea yang terjaring kembali dan siap ditampung bekerja pada 34 perusahaan Korea di Indonesia," kata Haposan.
Ia menambahkan terobosan lain yang telah dilakukan HRD Korea di Indonesia dengan BNP2TKI untuk pemberdayaan para mantan TKI Korea adalah, memberi kesempatan bekerja kembali di Korea bagi para TKI Korea yang menjelang habis masa kontrak kerjanya dan bersedia secara sukarela pulang ke Indonesia berikut mengikuti seleksi kecakapan Bahasa Korea berbasis komputer (Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean Computer Based Test/EPS-TOPIK CBT). Dalam 2012, seleksi EPS-TOPIK CBT khusus mantan TKI Korea sudah diselenggarakan untuk yang kelima kalinya.
Haposan mengatakan HRD Korea di Indonesia secara bertahap akan terus menyelenggarakan seleksi EPS TOPIK CBT khusus mantan TKI Korea yang pulang secara sukarela saat menjelang habis masa kontrak kerjanya dan berikut pengin bekerja kembali ke Korea. "Tujuan utama dari diselenggarakannya seleksi EPS TOPIK CBT khusus mantan TKI Korea ini adalah, untuk menghindari dan mencegah terjadinya tenaga kerja asing (termasuk TKI) yang melebihi batas izin tinggal (overstayers) di Korea. Pemerintah Korea menghendaki setiap pekerja asing (termasuk TKI) yang bekerja di negaranya melalui prosedur resmi," kata Haposan.
Kerjasama HRD Korea di Indonesia dan BNP2TKI ini, lanjut Haposan, mempunyai makna yang sangat positif bagi kedua negara (Indonesia dan Korea). Setidaknya, bagi Indonesia dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran. Sedangkan bagi Korea akan menggerakkan roda perekonomiannya. "Karenanya kami menyampaikan terima kasih atas kerjasama baik ini," kata Haposan.
Sedangkan Direktur HRD Korea untuk Indonesia, Mr Min Kyung Il mengatakan, bahwa kerjasama yang dilakukan dengan BNP2TKI ini dimaksudkan untuk membantu para mantan TKI Korea yang sudah tidak kembali bekeja di Korea. Perusahaan-perusahaan Korea yang ada di Indonesia membuka diri dan siap untuk mempekerjakan para mantan TKI Korea.
Min Kyung Il mengatakan, hanya para mantan TKI Korea yang bekerja secara sungguh-sungguh di Korea kemudian pulang ke Indonesia dan tidak mau kembali bekerja di Korea yang akan dipekerjakan pada perusahaan-perusahaan Korea yang ada di Indonesia.
Saat ini ada kurang lebih 500 perusahaan Korea di Indonesia. Sedangkan 120 mantan TKI Korea yang akan dipekerjakan pada 34 perusahaan Korea di Indonesia ini merupakan hasil seleksi dari 700-an mantan TKI Korea. Dari sekitar 700-an mantan TKI Korea itu setelah dilakukan seleksi administrasi terjaring 120 orang.
"120 orang mantan TKI Korea hasil seleksi itu sebelum dipekerjakan kembali pada 34 perusahaan Korea di Indonesia, mereka terlebih dulu menjalani pelatihan Bahasa Korea selama satu bulan di Kyunghee Seoul College di Jakarta," kata Min Kyung Il.
Pemberdayaan terhadap mantan TKI Korea yang akan dipekerjakan pada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia ini, lanjut Min Kyung Il, akan diagendakan setiap tahun.
Dalam kegiatan Job Fair Perusahaan Korea di Indonesia di Graha Insan Cita, Depok, Kamis siang itu juga diundang 580-an mantan TKI Korea yang tidak tersaring. Mereka diundang untuk dilakukan wawancara, bagi yang lolos wawancara akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja pada perusahaan Korea di Indonesia lainnya.
Acara Job Fair Perusahaan Korea di Indonesia di Graha Insan Cita itu antara lain juga dihadiri Atase Tenaga Kerja Kedutaan Korea Jakarta Kim Dohyung sedangkan Haposan didampingi Kasubdit Pelaksanaan Penempatan G to G.
sumber berita dari bnp2tki











Rabu, 10 Oktober 2012

Pelatihan Gratis Untuk mengisi Lowongan Perusahaan Korea di Indonesia

Kabar bagus bagi rekan-rekan yang eks Korea Visa E-9 akan diadakan pelatihan kerja gratis yang nantinya akan di salurkan pada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia berikut kutipan pengumuman pelatihan gratis untuk eks Korea dari BNP2 TKI :

PENGUMUMAN
PEREKRUTAN PESERTA PELATIHAN PENDIDIKAN GRATIS UNTUK
DIPEKERJAKAN DI PERUSAHAAN KOREA YANG ADA DI INDONESIA
Nomor : Peng. 355/PEN- PPP/X/2012

Dengan ini diberitahukan kepada Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja di Korea dan telah pulang ke Indonesia bahwa HRD Korea (Indonesia EPS Center) akan mengadakan Perekrutan Peserta Pelatihan Pendidikan Gratis untuk dipekerjakan di Perusahaan Korea yang ada di Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut :
I. SASARAN REKRUTMEN
Warga Negara Indonesia Pria / Wanita yang pernah bekerja di Korea dan telah pulang ke Indonesia dengan visa E-9.
II. TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN
  1. Waktu Pendaftaran : 2 Oktober sampai 26 Oktober 2012
  2. Tempat Pendaftaran : Graha Insan Cita Jl Lafran Pane No: 100, Kelapa Dua, Desa Sugutamu, Kel Bakti Jaya, Kec Sukma Jaya, Depok Telp: (021) 872-7509, 7511, 7514.
* Tempat pendaftaran dan tempat pelatihan di gedung yang sama
* Pendaftaran bisa dilakukan dengan datang Lansing di tempat pendaftaran atau lewat POS bagi yang tinggal jauh di luar Depok.
III. SELEKSI PESERTA PELATIHAN
Seleksi dilakukan setelah peserta yang memenuhi persyaratan dan memiliki komitmen kerja menjalani wawancara dan test.
IV. DOKUMEN YANG HARUS DISERAHKAN / DILENGKAPI
  1. Foto Copy Visa E-9 sebanyak 1 lembar.
  2. Foto Copy Passpor sebanyak 1 lembar.
  3. Foto Ukuran 3cm x 4 cm sebanyak 4 lembar.
  4. Formulir pendaftaran pelatihan sebanyak 1 lembar (dapat di download di website BNP2TKI)
V. ISI DAN MASA PELATIHAN
  1. Masa Pelatihan : 29 Oktober sampai 23 November 2012.
  2. Isi Pelatihan : Pelatihan Bahasa Korea, Pelatihan Komputer, Kontrol Kualitas (QC)
VI. METODE PELATIHAN
Selama Pelatihan berlangsung peserta tinggal di asrama dan menjalani pelatihan gratis selama 1 (satu) bulan (buku pelajaran, biaya asrama (akomodasi dari tanggal 28 Oktober 2012 malam sampai tanggal 23 November 2012), biaya makan (dari hari senin sampai jumat, 3 kali sehari dan tanggal 28 November 2012 makan malam, tanggal 24 November 2012 makan pagi) dan lain-lain semuanya gratis.
VII. PENEMPATAN KERJA GRATIS (Bekerja di Perusahaan Korea yang ada di Indonesia)
  1. Penempatan akan dipekerjakan sebagai karyawan kantor, penterjemah, juga manajer menengah di perusahaan Korea (pengawas, mandor, kepala regu)
  2. Penempatan akan diperkerjakan di perusahaan Korea yang ada di Timur Tengah dan negara lainpun dipekerjakan juga dengan persyaratan yang sama seperti di atas.
  3. Selama masa pelatihan berlangsung peserta akan diinterview oleh pihak perusahaan Korea, dan bagi peserta yang ingin bekerja di daerah tempat tinggalnya sendiri juga dimungkinkan.
VIII. CARA PENDAFTARAN
  1. Calon Peserta datang langsung di Gedung Graha Insan Cita yang ada di Depok atau bagi calon peserta yang tinggal di luar Depok dapat mengirimkan berkas lamaran dan dokumen melalui kantor Pos dengan alamat : Graha Insan Cita, Jl Lafran Pane No: 100, Kelapa Dua, Desa Sugutamu, Kel Bakti Jaya, Kec Sukma Jaya, Depok (amplop berkas ditulis Panitia Perekrutan Pelatihan Pendidikan Gratis HRD Korea)
  2. Formulir Lamaran (Aplikasi) dapat dilihat di lampiran pengumuman dan dapat di download di website BNP2TKI.
  3. Untuk Informasi dapat menghubungi Nomor : (021) 9658-2846 dan 0877-2621-5844
  4. Berkas lamaran dapat juga dikirim melalui E-mail : exkorea.apli@gmail.com (dapat di update di website www.bnp2tki.go.id, www.pusdiklatgrahainsancita.com)
  5. Dapat juga di kirim melalui Fax : (021) 872-7512 (silahkan menulis “Ex-Korea” di atas kertas)
  6. Facebook / twitter : @exkoreaa/ @exkoreaa untuk informasi lebih jelas.
  7. Dapat juga menghubungi (021) 872-7511 (Graha Insan Cita), (021) 7918-6014 (HRD Korea, Jakarta), 0812-8064-9757 (orang korea).
Jakarta, 9 Oktober 2012
Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah
TTD
DR Ir Haposan Saragih M Agr
NIP 19610303 198603 1002

Kamis, 31 Mei 2012

TKI bermasalah AAI siap mendampingi Tanpa Biaya

Akhir- akhir ini banyak TKI bermasalah di Luar Negeri, Untuk memberikan bantuan hukum pada tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah didalam mengajukan klaim asuransinya terhadap Konsorsium Asuransi Proteksi TKI, Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) siap bekerja secara profesional selama 24 jam.
Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AAI, Humphrey R. Djemat, didalam sambutannya seusai melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara AAI dengan BNP2TKI di Gedung Balai Pelayanan Kepulangan (BPK) TKI Selapajang, Tangerang, Provinsi Banten, pada Kamis sore (31/05).
Nota penandatangan AAI dengan BNP2TKI tentang Kerjasama Pendampingan Para TKI Dalam Mengajukan Klaim Asuransi itu dilakukan Humphrey R. Djemat selaku Ketua Umum DPP AAI dan Lisna Yoeliani Poeloengan, Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI, dengan disaksikan langsung oleh Ketua BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, beserta para pejabat BNP2TKI lainnya.
"AAI telah menyiapkan Tim Advokat yang siap bekerja secara profesional selama 24 jam mendampingi TKI Bermasalah yang tiba di BPK TKI Selapajang Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, didalam mengajukan klaim asuransinya kepada peusahaan Konsorsium Asuransi Proteksi TKI," kata Humphrey bersemangat. "Bantuan hukum pada TKI Bermasalah ini diberikan secara cuma-cuma. Ini sudah menjadi tekad AAI yang ditegaskan didalam mottonya, bahwa advokat di AAI adalah advokat pejuang," tambahnya.
Dikatakannya, tekad AAI memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma terhadap TKI Bermasalah didalam mengajukan klaim asuransinya kepada perusahaan Konsorsium Asuransi Proteksi TKI itu diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara AAI dengan BNP2TKI tentang Kerjasama Pendampingan Para TKI Dalam Mengajukan Klaim Asuransi. "AAI juga telah menyiapkan Surat Kuasa Khusus untuk para TKI apabila pengurusan klaim asuransinya mengalami kesulitan untuk dipenuhi oleh perusahaan Konsorsium Asuransi Proteksi TKI," papar Humphrey.
Terkait bantuan hukum yang dilakukan AAI pada TKI Bermasalah ini, kata Humphrey, sudah dilakukan setahun lalu. Tepatnya pada 30 Juni 2011 lalu, AAI dengan BNP2TKI melakaukan penandatangan MoU tentang Penanganan Masalah TKI di Luar Negeri. "Waktu AAI berupaya memulangkan jenazah Kikim dari Arab Saudi ke tanah air, dan berhasil," kata Humphrey.
“Setalah dilakukannaya penandatangan MoU AAI dengan BNP2TKI tentang Kerjasama Pendampingan Para TKI Dalam Mengajukan Klaim Asuransi ini, per 1 Juni 2012 klaim asuransi TKI sudah bisa diurus oleh AAI,” tegas Humphrey.
Ditambhkannya, dilakukannya penandatanganan MoU AAI dengan BNP2TKI tentang Kerjasama Pendampingan Para TKI Dalam Mengajukan Klaim Asuransi ini, dilatar belakangi karena selama ini para TKI kerap mengalami kesulitan dan dibuat tidak berdaya didalam mengurus klaim asuransinya.
Berdasarkan data yang ada, sebut Humphrey, sejak Konsorsium Asuransi Proteksi TKI dibentuk berdasarkan Peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Oktober 2010 sampai saat ini telah menerima pembayaran premi asuransi TKI -- sebesar Rp 400.000 per-TKI -- dan diperkirakan terkumpul kurang lebih Rp 270 miliar. Namun klaim asuransi yang dikeluarkan untuk TKI kurang lebih sebesar Rp 27 miliar atau 10% saja. "Mengapa hal ini sampai terjadi," tanya Humphrey.
"Adanya penandatangan MoU antara AAI dengan BNP2TKI tentang Kerjasama Pendampingan Para TKI Dalam Mengajukan Klaim Asuransi ini dimaksudkan untuk membantu TKI hingga hak-hak asuransinya dapat diberikan," kata Humphrey

sumber bnp2tki

Minggu, 22 April 2012

Tips Sukses untuk TKI Purna

Cisarua, BNP2TKI (21/4) Untuk menjadi sukses belajarah dari orang yang sudah sukses. Kenapa? Karena orang yang suksesitu belajar dengan susah payah sementara orang yang belajardari orang yang sukses itu bisa mendapatkan ilmu dan pengalamannya secara gratis.
Ungkapan ini tepat untuk melihat sepak terjang mantan TKI Sukses yang pernah bekerja sebagai supir di Arab Saudi, Sulaiman Sulthani.
Berpenampilan khas seperti eksekutif, Sulaiman hadir pada program pemberdayaan TKI Purna Tahun Penempatan 2012 yang digelar oleh BP3TKI Jakarta di Cisarua, Sabtu (21/4).
“Saya senang berbagi pengalaman dan ilmu kepada adik-adik semua.
Saya ingin kalian juga bisa membangun usaha dengan sukses,” ujar Sulaiman, Sulaiman menceritakan, bahwa salah satu alasankepergiannya ke Arab Saudi selama 6 (enam) tahun yaitu keinginannya untuk mengumpulkan modal untuk membuka usaha di tanah air.
Dari modal yang terkumpul inilah ia kemudian membangun usaha PPTKIS, Medical, Travel dan Koperasi simpan pinjam.
Ketiga usaha itu didirikan untuk meneruskan idealisme menempatkan tenaga kerja Indonesia berkualitas di negaraTaiwan, “Saya senang dengan membangun usaha ini lapangan kerja banyak yang tercipta,” ujar Sulaiman yang mula-mula berprofesi sebagai petugas PPTKIS sebelum mendirikan perusahaannya sendiri.
Dia mengungkapkan, pengalaman bekerja dengan majikannya di Arab Saudi telah banyak mempengaruh perjalanan karir bisnisnya.
Ia masih ingat pesan majikannya jika ingin sukses jangan suka menunda pekerjaan.
Alasannya, dengan cepat mengerjakan sesuatu maka akan cepat selesai dan kalaupun salah pekerjakan yang dilakukannya itu maka kesalahannya cepat diperbaiki.
Kedua, resep sukses yang ia sarankan, yaitu bisa mengatur waktu.
Ketiga, jangan cepat menyerah dan terus melakukan inovasi.
Keempat, senantiasa memotivasi diri dengan bergaul dengan orang-orang sukses.
“Yang paling penting dalam bisnis yaitu utamakan pelayanan,” tutur Sulaiman yang meski asetnya sudah miliaran tapi tetap sederhana dan tidak menyombongkan diri.
Menjawab pertanyaan Rangga, mantan TKI asal Jepang, Sulaiman mengatakan bahwa untuk membuka usaha baru faktor keahlian, pengalaman atau pertimbangan pemikiran orang lain memang amat diperlukan.
Karena itu, coba lah sesuatu yang baru yang anda sukai sebagai pilihan usaha.
Setelah usaha anda jalan, lanjut Sulaiman, dekatilah pejabat-pejabat di BP3TKI Jakarta untuk membuka jalan pengembangan usaha anda.
Melalui informasi para pejabat itu maka anda akan mendapatkan kemudahan semisal dalam hal pengurusan ijin, mencari modal tambahan maupun bagi perluasan produk yang anda hasilkan.
Sebelum penutupan, Kasi Perlindungan BP3TKI Jakarta, Yull Evira Yulinda membagikan 50 buah kompor kepada para TKI Purna.
Pemberian kompor ini dimaksudkan agar para peserta yang telah mengikuti pelatihan tata boga berupa kue bolu kukus, Pempek dan Tekwan ini bisa segera membuka usaha di tempatnya masing-masing.
“Mayoritas peserta program pemberdayaan TKI Purna Tahun Penempatan 2012 yang digelar oleh BP3TKI Jakarta di Cisarua ini adalah kaum wanita.
Jadi kami berharap mereka bisa membuka usaha ini agar kesejahteraannya bisa meningkat,” ujarnya.
Linda, sapaan akrabnya menambahkan, agar para peserta yang berdekatan tempat tinggalnya segera membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) beranggotakan 3-10 orang.
Dengan membentuk kelompok ini maka akan mudah pengaturan usaha di masing-masing anggota.
“Kami sudah menjalin hubungan baik dengan instansi pemerintah maupun perbankan untuk mencari penambahan modal usaha anda.
Jadi bentuklah KUBE,” pinta Linda. (zul)
sumber bnp2tki

Kamis, 19 April 2012

Indonesia dan Selandi Baru Tandatangani MoU Ketenagakerjaan

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Selandia Baru menjalin kerjasama dalam bidang ketenagakerjaan yang dituangkan dalam Penandatangan Momerandum Of Understanding (MoU) yang bertujuan memperbaiki kondisi tenaga kerja dan kualitas dunia kerja di Negara masing-masing.
Dalam keterangan pers bersama Perdana Menteri Selandia Baru John Key di Istana Merdeka (17/4), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tenaga kerja Indonesia terlatih sangat dibutuhkan di Selandia Baru, termasuk bagi industri peternakan.
“MoU ini tujuanya untuk memperekuat hubungan lebih luas antara para pihak. Serta mendorong pemahaman yang lebih baik terhadap prinsip-prinsip yang terkandung dalam Deklarasi Organisasi Buruh Internasional (ILO),” paparnya
Di tempat terpisah, Direktur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik Amerika, Anjar Prihantoro mengatakan menyambut baik atas adanya MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Selandia Baru ini.
“BNP2TKI optimis melihat adanya MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Selandia Baru. MoU ini bersifat umum dalam hal ketanagakerjaan dan belum spesifik kepada migran worker,” ujar Anjar saat ditemui diruangan kerjanya, 18/4.
Dalam MoU tersebut pada Pasal 3 disebutkan kerjasama dengan mempertimbangkan prioritas nasional mereka dan sumber daya yang tersedia, Para pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang ketenagakerjaan untuk hal-hal yang memiliki kepentingan dan manfaat bersama. Para Pihak saling menyetujui kegiatan kerja sama ketenagakerjaan tertentu.
Sedangkan kegiatan kerja sama dapat dilakukan dalam bidang diantaranya kebijakan pasar kerja, program dan analisis, pengembangan sumber daya manusia, pekerjaan, pelatihan, produktivitas, hubungan industrial yang harmonis, keselamatan dan kesehatan kerja, informasi, pemenuhan standar, sistim penegakan hukum, promosi dan perlindungan hak-hak kerja dan kewajiban pekerja migran, bidang-bidang kegiatan lain dalam kerangka MoU ini ditentukan secara bersama oleh Para Pihak. (Hapipi/foto: ist)
 Sumber Bnp2tki

Selasa, 19 April 2011

BNP2TKI Siap Tempatkan 12.000 TKI Hospitality ke Kanada

Jakarta (20/4) Melalui penjajakan terhadap potensi penyerapan Tenaga Kerja Indonesia sektor formal di Kanada, Amerika Utara selama 4-8 April 2011, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mendapatkan tawaran antara lain mengisi bidang pekerjaan hospitality (keramahtamahan) untuk 12.000 TKI.

Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Rabu (20/4). Besarnya tawaran itu, harap Jumhur, perlu segera direspon sekaligus dimanfaatkan sebaik mungkin utamanya pihak yang ingin menempatkan TKI ke negara tersebut.

Terkait kebutuhan itu pula, Jumhur mengungkapkan calon TKI formal berkemampuan semi skil dan skil maupun Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPKIS), dapat menghubungi Kedeputian Kerjasama Luar Negeri (KLN) dan Promosi di Kantor BNP2TKI Jalan MT Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Deputi KLN dan Promosi BNP2TKI Endang Sulistyaningsih, yang memimpin tim BNP2TKI, mengatakan penjajakan pasar ke negara Kanada sengaja dilakukan dalam memperluas persebaran TKI formal di luar negeri, di samping menyongsong momentum pelaksanaan Forum Konsultasi Bilateral Indonesia-Kanada pada 6 Mei mendatang di Kanada.

Diakui, kunjungan kerja itu juga bagian pengembangan "Program Promosi Terpadu Indonesia" meliputi Trade, Tourism, Investment, and Labour (TTIL) dengan koordinasi Direktorat Amerika Utara dan Tengah pada Kementerian Luar Negeri.

“Kegiatan penjajakan pasar TKI formal dilaksanakan dalam bentuk "luncheon business meeting" dan kunjungan lapangan,” kata Endang di Jakarta, Rabu (20/4).

Selanjutnya, BNP2TKI menawarkan kekerjasama dengan pemerintah dan asosiasi penyalur tenaga kerja asing di Kanada untuk menempatkan TKI sektor Hospitality, Kesehatan, Migas, Konstruksi, dan IT (Information and Technology).

Akhirnya, dengan kegiatan yang juga dikenal "one on one meeting" itu, delegasi BNP2TKI memperoleh komitmen sejumlah pihak swasta guna penempatan TKI sektor Hospitality sebanyak 12.000 orang, yang akan dipekerjakan pada kapal pesiar Holland American Line, baik sebagai pelayan restauran, bartender, house keeping, dan lain-lain.

Di luar sektor hospitality, perusahaan Super Nanny Canada Inc meminta sedikitnya 120 orang untuk tenaga perawat lanjut usia (caregiver), kemudian sektor pertanian dari Graceland International kategori seasonal workers di perkebunan strawberry 100 orang, perkebunan tomat 100 orang, perkebunan jamur 100 orang, dan permintaan 2 TKI sektor Hospitality setingkat jabatan chef pastry yang disampaikan perusahaan Ideal Hotel Management.

“Selain itu, BNP2TKI juga mendapat persetujuan The Tiffani Group, perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan maupun real estate (property) untuk rencana mempekerjakan tenaga kerja asal Indonesia pada kedua industri tersebut,” ujar Endang. Berapa banyak TKI yang diperlukan dari dua pekerjaan itu, Endang berjanji secepatnya melangkah ke tahap lebih konkret.

Ditambahkan Endang, secara keseluruhan BNP2TKI akan terus menjalin komunikasi dengan agensi di Kanada yang telah berkomitmen mempekerjakan TKI, baik di perusahaan Holland American Line, Super Nanny Employment Agency, serta The Tiffany Group.

Sedangkan posisi tenaga kerja asal Filipina saat ini, lanjutnya, direncanakan dikurangi oleh para pengguna di Kanada, sehingga potensi pasar untuk TKI menjadi terbuka luas

Apalagi, image TKI cukup dikenal baik di Kanada. "TKI kita dikenal sangat baik, sopan, ramah dan loyal, namun demikian perlu diimbangi pelatihan yang baik dalam kemampuan Bahasa Inggris," katanya.

Tantangan lainnya berasal dari kebijakan Pemerintah Kanada sebagaimana terdapat di Vancouver, yaitu kewajiban mendapatkan Labour Market Opinion (LMO) dari para pelaku rekrutmen tenaga kerja asing di Kanada, sebagai dasar merekrut ataupun menempatkan calon TKI.

Endang juga menuturkan, dalam kunjungan ke wilayah Waterloo atau ke Research In Motion (RIM), perusahaan yang memproduksi telepon genggam jenis Blackberry, tim BNP2TKI dibantu Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Muhario, dalam menyampaikan harapan Indonesia Indonesia sebagai sumber tenaga kerja di perusahaan RIM.

"Respon pihak RIM sangat positif dan membutuhkan sejumlah calon TKI berkualifikasi di bidang IT," tandasnya. ***

Menurut Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi DR Endang Sulistyaningsih BNP2TKI siap bekerjasama dengan pemerintah dan asosiasi terkait di Kanada untuk menempatkan TKI sektor Hospitaliti, Kesehatan, Migas, Konstruksi dan IT. Selama kegiatan one on one meeting delegasi BNP2TKI mendapatkan komitmen penempatan TKI sektor Hospitaliti sebanyak sekitar 12.000 orang untuk dipekerjakan di kapal pesiar Holland American Line. Di luar sektor hospitality, kata Endang, perusahaan Super Nanny Canada Inc meminta sebanyak 120 TKI, sektor pertanian dari Graceland International yaitu untuk seasonal workers di perkebunan strawberry sebanyak 100 TKI, perkebunan tomat 100 TKI, dan perkebunan jamur 100 TKI. Sementara permintaan dari sektor Hospitaliti yaitu TK chef pastry sebanyak 2 orang yang disampaikan oleh perusahaan Ideal Hotel Management untuk dipekerjakan di India.Sumber bnp2tki.go.id